Pivot Point – Metode Perhitungan Lainnya

Written by on February 8, 2012 in 3. Pivot Points, 4. Sekolah Tingkat Pertama, Sekolah Forex Online - No comments

Sementara kami menyarankan anda menggunakan metode yang standar untuk menghitung pivot point, namun ada metode lain dalam menghitung pivot point. Pada bagian ini, kami akan sedikit menjelaskan tentang metode-metode tersebut, serta memberikan formula/rumus bagaimana menghitung level-level ini.

Woodie Pivot Point

R2 = PP + High – Low
R1 = (2 X PP) – Low
PP = (H + L + 2C) / 4
S1 = (2 X PP) – High
S2 = PP – High + Low

C – Closing Price, H – High, L – Low

Rumus diatas, anda pasti bisa membedakan perhitungan dengan menggunakan metode ini sangat berbeda dengan metode yang standar. Untuk mencari support dan resistance, anda akan menggunakan level high dan low yang berbeda dari hari sebelumnya, yang lebih kita kenal dengan “range”.

Berikut adalah contoh Woodie pivot point, yang diterapkan pada grafik harga EUR/USD.

Karena rumus yang digunakan berbeda, maka level-level dengan menggunakan metode ini juga sangat berbeda dengan metode yang standar. Beberapa trader memilih untuk menggunakan metode ini karena bisa menitik beratkan pada harga penutupan sebelumnya.

Dalam hal apapun, ketika resistance berubah menjadi support (dan sebaliknya), jika anda memilih untuk menggunakan metode ini, maka anda harus mengawasi level-level ini karena level-level ini bisa menjasi area yang sangat menarik.

Camarilla Pivot Point

R4 = C + ((H-L) x 1.5000)
R3 = C + ((H-L) x 1.2500)
R2 = C + ((H-L) x 1.1666)
R1 = C + ((H-L) x 1.0833)
PP = (H + L + C) / 3
S1 = C – ((H-L) x 1.0833)
S2 = C – ((H-L) x 1.1666)
S3 = C – ((H-L) x 1.2500)
S4 = C – ((H-L) x 1.5000)

C – Closing Price, H – High, L – Low

Metode ini serupa dengan metode sebelumnya, Woodie. Metode ini juga menggunakan harga penutupan hari sebelumnya dan range untuk menghitung support dan resistance.
Perbedaan yang satu-satunya hanyalah anda harus menghitung 8 level-major ( 4 resistances dan 4 support).
Konsep utama dari metode ini adalah berdasarkan ide bahwa harga mempunyai tendensi yang natural untuk kembali ke mean, atau dalam hal ini, harga penutupan sebelumnya.
Idenya adalah anda harus buy atau sell ketika harga mencapai baik itu support atau resistance ketiga. Akan tetapi, jika harga menembus S4 atau R4, artinya bahwa trend intraday sangat kuat dan hanya masalah waktu anda bisa masuk kedalamnya!

Lihat perbedaan perhitungan metode ini (garis lurus) dengan metode yang standar (garis putus-putus)!

Fibonacci Pivot Point

R3 = PP + ((High – Low) x 1.000)
R2 = PP + ((High – Low) x .618)
R1 = PP + ((High – Low) x .382)
PP = (H + L + C) / 3
S1 = PP – ((High – Low) x .382)
S2 = PP – ((High – Low) x .618)
S3 = PP – ((High – Low) x 1.000)

C – Closing Price, H – High, L – Low

Fibonacci pivot point ditentukan dengan menghitung pivot point dengan cara seperti perhitungan metode yang standar.
Kemudian kalikan dengan level-level Fibonacci. Kebanyakan trader menggunakan level retracement 38.2%, 61.8% dan 100% kedalam perhitungan mereka.

terakhir, tambahakan atau kurangi angka yang anda dapat kedalam pivot point, maka anda akan mendapatkan level-level Fibonacci pivot point!

Lihat grafik dibawah ini untuk melihat bagaimana perbedaan metode Fibonacci (garis lurus) dan metode standar (garis putus-putus).

Metode mana yang terbaik?

Sebenarnya, sama seperti semua variasi dari semua indikator lain yang telah anda pelajari sejauh ini, tidak ada metode tunggal terbaik. Itu benar-benar semua tergantung pada bagaimana anda menggabungkan pengetahuan anda tentang pivot point dengan semua alat-alat lain dalam kotak peralatan trading anda.

Incoming search terms for the article:

About the author

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.